Untuk mencari luas trapesium, dapat digunakan rumus L = Capture. Dengan konsep tersebut, dapat dibuat sebuah aplikasi untuk menghitung luas trapesium menggunakan program visual basic 6.0 yang  nantinya akan berguna untuk membantu menyelesaikan masalah mencari luas trapesium dalam ilmu matematika.

1.      LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN APLIKASI

 

Langkah-1 :

Masukkan Obyek yang diperlukan kedalam form, seperti gambar berikut :

form Read the rest of this entry »

Advertisements

Program ini adalah program yang dibuat menggunakan program visual basic 6.0. Program ini saya beri nama Ramalan Bintang, dimana program ini berisi tentang ramalan bintang kamu. Ramalan ini hanya sebagai refrensi saja.

Berikut screenshot programnya :

ramalan bintang

Program ini dapat anda dapatkan di DOWNLOAD GRATIS RAMALAN BINTANG


Menghitung luas sebuah bangun datar merupakan salah satu materi pelajaran matematika yang diterima oleh para siswa di tingkat sekolah baik itu tingkat SD, SMP, maupun SMA.

Menghitung luas trapesium kebanyak bagi siswa adalah hal yang sangat membingungkan, tapi kali ini saya akan memperkenalkan sebuah program untuk menghiting luas bangun datar trapesium.

Program ini saya buat juga sebagai bahan referensi penyelesaian tugas MK Komputer II yaitu VB 6.

Adapun tampilannya sebagai berikut :

Trapesium finish

Untuk mendapatkan program ini  silahkan DOWNLOAD GRATIS MENGHITUNG LUAS TRAPESIUM

Macam-Macam Himpunan Bilangan

Posted: January 27, 2013 in Materi SMA

1. Himpunan Bilangan Asli

Bilangan asli merupakan bilangan yang sering kita gunakan, seperti untuk  menghitung banyaknya pengunjung dalam suatu pertunjukan seni atau banyaknya tamu yang menginap di hotel tertentu. Bilangan asli sering pula disebut sebagai bilangan natural karena secara alamiah kita mulai menghitung dari angka 1, 2, 3, dan seterusnya. Bilangan-bilangan tersebut membentuk suatu himpunan bilangan yang disebut sebagai himpunan bilangan asli. Dengan demikian, himpunan bilangan asli didefinisikan sebagai himpunan bilangan yang diawali dengan angka 1 dan bertambah satu-satu.
Himpunan bilangan ini dilambangkan dengan huruf A dan anggota himpunan dari bilangan asli dinyatakan sebagai berikut.
A = {1, 2, 3, 4, …}.
2. Himpunan Bilangan Cacah
Dalam sebuah survei mengenai hobi siswa di kelas tertentu, diketahui bahwa banyak siswa yang hobi membaca 15 orang, hobi jalan-jalan sebanyak 16 orang, hobi olahraga sebanyak 9 orang dan tidak ada siswa yang memilih hobi menari. Untuk menyatakan banyaknya anggota yang tidak memiliki hobi menari tersebut, digunakan bilangan 0. Gabungan antara himpunan bilangan asli dan himpunan bilangan 0 ini disebut sebagai himpunan bilangan cacah.
Himpunan bilangan ini dilambangkan dengan huruf C dan anggota himpunan dari bilangan cacah dinyatakan sebagai berikut:
C = {0, 1, 2, 3, 4,…}.

3. Himpunan Bilangan Bulat
Himpunan bilangan bulat adalah gabungan antara himpunan bilangan cacah dan himpunan bilangan bulat negatif. Bilangan ini dilambangkan dengan huruf B dan anggota himpunan dari bilangan bulat dinyatakan sebagai berikut:
B = {…, –3, –2, –1, 0, 1, 2, 3, …}.

4. Himpunan Bilangan Rasional

Himpunan bilangan rasional adalah himpunan bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk , dengan p, q B dan q ≠ 0. Bilangan p disebut pembilang dan q disebut penyebut. Himpunan bilangan rasional dilambangkan dengan huruf Q. Himpunan dari bilangan rasional dinyatakan sebagai berikut:

5. Himpunan Bilangan Irasional

Himpunan bilangan irasional adalah bilangan yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk , dengan p, q anggota B dan q ≠ 0. Contoh bilangan irasional adalah bilangan desimal yang tidak berulang (tidak berpola), misalnya: 2 , π, e, log 2. Himpunan bilangan ini dilambangkan dengan huruf I.

1. Variabel
Variabel adalah lambang pengganti suatu bilangan yang belum diketahui nilainya dengan jelas. Variabel disebut juga peubah. Variabel biasanya dilambangkan dengan huruf kecil a, b, c, … z.
Contoh:
Suatu bilangan jika dikalikan 5 kemudian dikurangi 3, hasilnya adalah 12. Buatlah bentuk persamaannya!
Jawab:
Misalkan bilangan tersebut x, berarti 5x – 3 = 12. (x merupakan variabel) Read the rest of this entry »

Operasi Hitung Pada Bentuk Aljabar

Posted: January 27, 2013 in Materi SMP

1. Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Aljabar

Pada bentuk aljabar, operasi penjumlahan dan pengurangan hanya dapat dilakukan pada suku-suku yang sejenis. Jumlahkan atau kurangkan koefisien pada suku-suku yang sejenis.
Contoh:
Tentukan hasil penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar
berikut.
a. –4ax + 7ax
b. (2 – 3x + 2) + (4 – 5x + 1)
c. (3 + 5) – (4 – 3a + 2) Read the rest of this entry »

Operasi Hitung Bilangan Bulat

Posted: January 26, 2013 in Materi SD

A. Sifat-Sifat Pengerjaan Hitung pada Bilangan Bulat

Sifat-sifat pengerjaan hitung pada bilangan bulat yang akan dipelajari sifat komutatif, asosiatif, dan distributif. Mungkin kamu pernah menggunakan sifat-sifat tersebut, tetapi belum tahu nama sifat-sifatnya. Sebenarnya seperti apa sifat-sifat itu?
Coba perhatikan penjelasan berikut.

1. Sifat Komutatif (Pertukaran)

a. Sifat komutatif pada penjumlahan

Andi mempunyai 5 kelereng berwarna merah dan 3
kelereng berwarna hitam. Budi mempunyai 3 kelereng berwarna merah dan 5 kelereng berwarna hitam. Samakah jumlah kelereng yang dimiliki Andi dan Budi?

Read the rest of this entry »